4 Desain Interior yang Sedang Tren di Tahun 2019

wpcdesigndeck.com – Dunia desain interior merupakan salah satu yang selalu bergerak mengikuti tren. Seperti halnya tren fashion, desain interior juga terus berinovasi untuk menghadirkan kesegaran dan kenyamanan bagi penghuninya. Selain itu desain interior sangat terpengaruh dengan letak geografis sehingga untuk wilayah Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif, mengeluarkan trend forecasting atau panduan tren untuk pelaku kreatif di Indonesia.

Di tahun 2019, Bekraf mengeluarkan tema singularity yang diterjemahkan ke 4 subtema yang lebih detail. Tema singularity sendiri membahas perubahan zaman yang mengindikasikan pergeseran teknologi dan sikap yang menyertainya serta gambaran masa depan yang masih harus diraba. Berikut subtema yang ada di dalam tema ini:

  1. Exuberant

Jika diterjemahkan, exuberant adalah sikap yang meluap-luap, senang dan bersemangat atau sangat berkecukupan. Kemudian diaplikasikan dalam desain interior berupa desain yang santai, ramah, sedikit nerdy tapi tetap memberi kesan stylish dan lucu.

Subtema ini juga menghubungkan sikap positif dan antusiasme dalam menerima kecerdasan buatan (artificial intelligence) dengan sikap terbuka dan santai. Hal ini ditunjukkan dengan interior serba bulat dan permainan warna-warna colourful yang ceria dan optimis yang dipadu dengan seni urban dan gaya sporty dan cenderung feminine. Desain yang dihadirkan menjadi desain lengkap yang merangkul rekonsiliasi budaya , hiburan dan divisualisasikan dengan grafis yang lebih berwarna.

  1. Neo Medieval

Tema abad pertengahan tidak akan pernah mati. Salah satunya dalam tren desain interior tahun 2019 ini. Romantisme dengan kekhawatiran masa depan yang memunculkan sikap defense bersatu dengan kemajuan teknologi menghadirkan keunikan tersendiri.

Warna yang ditampilkan merupakan kumpulan palet warna netral dan membumi yang menimbulkan kesan khas pejuang futuristik yang kuat, elegan dan tegas. Perpaduan ini menghasilkan imajinasi dan mendorong kreativitas yang menghadirkan gaya historik-futuristik. Material yang digunakan umumnya semen, bebatuan dan emas serta logam lainnya yang identik dengan ciri khas abad pertengahan yang klasik.

  1. Svarga

Kata ini berarti surga dari bahasa Sansekerta, yang menggambarkan usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada penciptanya dengan menciptakan desain yang ramah lingkungan, memperhatikan keseimbangan alam untuk mencegah kerusakan lingkungan guna menciptakan kebahagiaan yang hakiki.

Desain yang dimunculkan merupakan produk-produk berbasis kriya berupa kain, tenun, anyaman dan kayu yang bernilai tinggi untuk melestarikan warisan tradisional yang tak ternilai harganya. Material ini merupakan elemen utama yang ada dalam desain interior dan bukan sebagai pelengkap seperti ornamen atau aksesoris. Subtema ini merupakan desain yang mengkolaborasikan teknologi dengan kearifan lokal dalam satu konsep dengan kesan tabrak corak yang tetap harmonis dan melihat sisi kecerdasan buatan sebagai jembatan untuk perbedaan yang ada.

  1. Cortex

Paradoks dari kecerdasan buatan nampak dalam desain yang mengusung subtema cortex. Kecerdasan buatan di era evolusi digital ini diharapkan dapat membantu manusia dalam pengembangan riset desain untuk menghasilkan inovasi desain interior yang berkelanjutan.

Digitalisasi yang membaur dalam segala aspek kehidupan manusia mewarnai karakter desain ini berupa inovasi material berbau teknologi berupa kaca dalam bentuk abstrak terstruktur, fleksibel dan dinamis.

Baca juga : referensi Desain Interior dan Karakter Yang Cocok dengan Karaktermu

Subtema yang menjadi tren ini, dapat disederhanakan sesuai keinginan kamu. Namun benang merah yang menjadi pedoman tren akan tetap terlihat dari ornamen atau warna yang diaplikasikan. Penggunaan material juga menjadi ciri khas dari setiap subtema. Dengan tetap memperhatikan lokasi geografis, pemilihan material dapat memberikan sentuhan kepribadian si pemilik rumah yang juga mengutamakan kenyamanan.